• Share
  • [i]

Senin, 15 Agustus 2011

PORSINA junior FC Gayo Aceh Tengah

Profil
Berdiri : 2010
Nama : Porsina FC (Persatuan Olahraga Singa Dan Naga Angkup)
Tempat : Kota Angkup Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah
Stadion : Lapangan Masjid Raya Babul Jannah Angkup

Lambang
(Singa & Naga)

Kostum
1. Kuning-Biru
2.Abu-Abu

Struktur Kepengurusan:

Penanggung Jawab :
Pemuda Dan Bebujang Angkup

Susunan Pemain :

Keeper (goal)
1. Rozi
2. Lukman

Bek
1. Aan
2. Maskur Dinho
3. Alfi Loho
4. Firman Padang
5. Anugerah
6. Abi Abenk

Gelandang Tengah
1. Tona Irul
2. Niko

Striker
1. Dian Rusli
2. Riandi

Tropi
(Juara 2 U-17) Di Lap.BELANG BEBANGKA Piala Kampung Setempat.

Profil PORSINA Singa Naga Angkup Gayo Aceh Tengah

Porsina FC Angkup berdiri pada tahun 1970, khususnya warga Angkup bangga akan sepakbola pada tahun era 70-an di mana pemuda pada saat itu aktif dalam aktifitas olahraga. Dalam berbagai event tournament bola kaki se-Aceh Tengah, klub Porsina FC sangat disegani karena sering menjuarai tiap-tiap tournament, seperti di tournament di lapangan bola Burni Bius; Arul Kumer; Simpang Kelaping, di mana tim ini diperkuat oleh pemain-pemain yang handal dari daerah Angkup seperti Pak Jum(Aman Jum); Bang Darwis; Alm. Salam; dkk.
Seiring Bergeraknya waktu Porsina FC semakin menghilang.

BANGKITNYA PORSINA FC PADA TAHUN 2007

Dengan meningkatnya persepakbolaan Aceh Tengah tahun 2007, banyak tim-tim di Aceh Tengah yang mengandalkan pemain-pemain muda usia 19th ke bawah dan di Desa Angkup peminat pada sepakbola sangat menggila, khususnya para bebujang tangoeng (pemuda). Dengan itu para peminat olahraga yang didukung oleh Pak Camat Angkup, Puskesmas Angkup, Pak Gecik Angkup, dan aktivis senior Porsina berencana membangun kembali tim Porsina FC.

Hal ini didukung oleh masyarakat Angkup dan pemain-pemain yang diharapkan memenuhi target. Klub Porsina FC mendapat keuntungan setelah datangnya pelatih yang sebelumnya bermain di Divisi 2 Liga Indonesia, yaitu Andre. Beliau juga sangat mendukung karena Angkup adalah desa di mana minat para bebujang cukup memadai dalam bidang olahraga. Dengan dukungan ini maka terbentuklah tim Porsina yang telah lama hilang dengan berbagai perubahan struktur dan kepengurusan.



PORSINA FC

Profil
Berdiri : 1970
Nama : Porsina FC (Persatuan Olahraga Singa Dan Naga Angkup)
Tempat : Kota Angkup Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah
Stadion : Lapangan Masjid Raya Babul Jannah Angkup

Lambang
(Singa & Naga)

Kostum
1. Kuning-Biru (Arsenal) Kostum TC
2. Merah-Putih (Arsenal) Kostum TC
3. Putih-Biru
4. Biru Pekat-Putih
5. Kuning

Struktur Kepengurusan

Ketua Umum :
Andre

Wakil Ketua :
Mulyadi (Cek Mul)

Bendahara :
Ilman Arif

Sekretaris :
1. Madi
2. Reno

Tim Medis :
1. Nana Putra
2. Andi Aryanto

Keamanan :
Bpk Safri (Police Bius)

Penanggung Jawab :
1. Pida Aryanto (Ketua Pemuda Angkup)
2. Iwan Virgo (Bengkel Sparepart Honda)
3. dr. Chalili (Kepala Puskesmas Angkup)
4. Muspida (Kantor Camat Angkup)
5. Bpk Zaini (Kapolres Lhoksukon)
6. Mustafa Sami (Staf Puskesmas Angkup)
7. Arjuna (Gecik Angkup)
8. dll (Pemuda Dan Bebujang Angkup)

Susunan Pemain :

Keeper (goal)
1. Ariga Ari(30)
2. Robi Randika(1)
3. Jamil(20)

Bek
1. Dede(2)
2. Yulpan Novaga(3)
3. Andre(5)
4. Sajar Lopez(12)
5. Maman(4)
6. Redi suseno(6)
7. khairul Huda(13)
8. Eari(8)
9. Oki(13)

Gelandang Tengah
1. Qabul Subari(18)
2. Saldan(22)
3. Ambiya yusra(10)
4. Alpi Sahrin(15)

Gelandang Sayap
1. Darwin I-phone(11)
2. Fadlan BZ(7)
3. Amri(16)

Striker
1. Candra CR(17)
2. Ewien Ewboy(19)
3. Akbar Prasaja(14)

Tropi
Juara III Event 3 Kecamatan (Kp. Semelit Mutiara)

Copy:PorsinaCaribibitBaru.

Selasa, 19 April 2011

Lagi,Kebakaran di SILIH NARA

Arul Relam | Love Gayo : Kasihan masyarakat pemilik rumah, lagi ke kebun, rumahnya hangus terbakar di lalap si jago merah. Bahkan kantor desa dan tiga unit rumah warga di Kampung Arul Relem, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (19/4) pagi, sekitar pukul 09.30 WIB ludes terbakar. Musibah kebakaran itu terjadi ketika para penghuni rumah sedang berada di kebun, sehingga pada saat kebakaran terjadi kondisi rumah warga dalam keadaan kosong.

Petugas pemadam kebakaran kabupaten Aceh Tengah yang berkantor di jalan Sengeda, bersiap melakukan tanggap cepat operasi pemadaman saat mendengar terjadi nya kebakaran di daerah Arul Relem Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah yang mengakibatkan 3 rumah terbakar, selasa (19/4). (Wein Mutuah)

Sementara itu, dari tiga unit mobil armada pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk melakukan upaya pemadaman api, dua unit mobil diantaranya terlambat tiba di lokasi kejadian karena salah satu mobil pemadam terperosok kedalam lubang yang ada di pinggir ruas jalan Arul Kumer, sekitar tiga kilometer dari lokasi kebakaran.

Satu unit mobil pemadam kebakaran yang duluan tiba di lokasi, akhirnya hanya menyirami sisa-sisa kebakaran karena ketiga unit rumah warga dan sebagian bangunan kantor desa telah duluan ludes dilahap si jago merah. Akibatnya, sebagian besar harta benda milik korban tidak berhasil diselamatkan. “Kantor desa yang ikut terbakar itu, baru saja selesai dibangun dan belum diresmikan. Akibatnya sebagian bangunan mengalami kerusakan karena sempat disambar api,” kata warga Kampung Arul Relem, Mustariga, kepada Wartawan Selasa (19/4) di lokasi kejadian.

Tiga unit rumah warga yang terbakar itu dihuni oleh empat Kepala Keluarga (KK) yakni M Rasyid Aman Rajiman, Siti Sarah Inen Bumer, M Thaib Aman Samsul, serta Harun. Ke empat KK ini, pada saat kejadian seluruhnya tidak berada dirumah karena sedang menggarap lahan kebun kopi milik mereka. “Ada warga yang melihat kalau sumber api awalnya berasal dari bagian atap rumah milik Siti Sarah. Dan pada saat kobaran api semakin membesar beberapa warga berupaya membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya tapi tidak berhasil,” ungkap Mustariga.

Menurut dia, pemicu terjadinya kebakaran itu, diduga kuat akibat adanya konsleting listrik karena api awalnya terlihat di bagian atap dari salah satu rumah yang terbakar. Sehingga api dengan cepat merembet dan menghanguskan tiga unit rumah warga yang berkontruksi kayu. Apalagi, terlambatnya armada pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian sehingga ketiga rumah warga itu telah duluan ludes dilahap api. “Memang jarak dari Kota Takengon ke Kampung Arul Relem, lumayan jauh dan membutuhkan waktu paling cepat 40 menit. Makanya ketika mereka tiba di lokasi semuanya sudah menjadi abu,” sebutnya.

Salah seorang korban kebakaran, M Thaib mengungkapkan, ketika insiden kebakaran itu terjadi, ia sedang berada di kebun kopi yang tidak jauh dari kediamannya. Namun ketika sedang sibuk membersihkan kebun kopi, ia dikabari oleh tetangganya bahwa rumah miliknya telah terbakar. “Tadi pagi saya cepat pergi ke kebun. Dan setelah pulang saya dapati rumah sudah rata dengan tanah karena terbakar. Banyak barang-barang saya yang tidak bisa diambil,” keluh M Thaib.

Amatan Wartawan, tiga unit mobil armada pemadam kebakaran yang melaju kencang dengan suara sirine yang meraung-raung dari arah Kota Takengon menuju lokasi kejadian di Kampung Arul Relem, Kecamatan Silih Nara, sempat menarik perhatian sejumlah warga. Akibatnya, mulai dari Pasar Angkup hingga ke lokasi kejadian kebakaran di Kampung Arul Relem, ratusan kendaraan roda dua terlihat mengekor di belakang mobil pemadam kebakaran yang menuju lokasi kejadian. Namun sayangnya, ketika dua mobil pemadam tiba di lokasi, api telah duluan padam.

Pasca kejadian kebakaran itu, empat KK yang menjadi korban terpaksa diungsikan ke rumah-rumah tetangga dan sanak saudara mereka. Sedangkan, lokasi kejadian langsung dipasang garis polisi oleh petugas Polsek Silih Nara.

Sementara itu, kerugian materi akibat insiden kebakaran itu diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena sebagian besar harta milik korban hangus. (Aman Buge)

Info : Love Gayo

Rabu, 13 April 2011

Sampah di DAS Peusangan Kota Angkup Gayo Aceh Tengah

Angkup | Lintas Gayo : Tumpukan sampah tampak berserakan di bantaran sungai Pesangan yang dibuang serampangan oleh masyarakat sekitar Angkup Kecamatan Silih Nara. Sungai yang berhulu dari Danau Lut Tawar dan melintasi 5 kabupaten di Aceh ini ini seperti di paksa menelan sampah setiap harinya. Tidak terlihat adanya rambu peringatan atau sejenis himbauan lainnya dari pemerintah setempat terkait perbuatan yang bertentangan dengan kelestarian dan keasrian lingkungan ini. Photo direkam, Rabu (13/4). ozi

Jumat, 04 Maret 2011

Dua PLTA di Aceh Tengah Siap Dibangun

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Dua pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 88 megawatts (MW) akan dibangun di Sungai Pesangan, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam mulai bulan Maret ini. Keberadaan dua pembangkit tersebut diharapkan dapat menutup masih minimnya pasokan listrik ke wilayah Dataran Tinggi Gayo, Aceh.

Pembangunan dua instalasi PLTA di Pesangan tersebut dilaksanakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dana pembangunan PLTA berasal dari bantuan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Anggota Tim Konsultan dari Nippon Koei, perusahaan konsultan pembangunan PLTA tersebut, Wahid, Rabu (2/3), mengungkapkan, saat ini tim konsultan masih menyurvei dua lokasi yang akan dibangun PLTA, yakni di dua titik Sungai Pesangan, yang berada di Daerah Angkop, Pegasing, Aceh Tengah.

Dari hasil survei sementara, Sungai Pesangan ini memang sangat layak. Debit air dan jeramnya sangat bagus. Kemungkinan bulan Maret-April pembangunan sudah bisa dimulai, kata Wahid.

Masing-masing titik akan dipasang turbin yang dapat menghasilkan daya listrik total sekitar 88 MW. Meskipun nantinya, listrik yang dihasilkan akan dimasukkan ke dalam jaringan interkoneksi Sumatera, kata Wahid, listrik dari PLTA di Sungai Pesangan ini akan lebih diprioritaskan untuk kebutuhan listrik masyarakat sekitarnya.

“Kami akan mencoba menerapkan teknologi di mana meskipun interkoneksi, tapi masyarakat sekitar dapat diutamakan,” kata dia.

Sungai Pesangan adalah satu dari belasan sungai yang bersumber dari Danau Laut Tawar. Sungai ini memiliki debit air yang konstan dan jeram yang tinggi. Selain karena berada di dataran tinggi, suplai air dari Danau Laut Tawar masih relatif stabil.

Wahid menambahkan, sebenarnya Dataran Tinggi Gayo mempunyai potensi yang cukup besar untuk pengembangan PLTA. Dataran tinggi ini mempunyai banyak sungai berjeram dengan debit yang tinggi.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, T Zulfikar, mengatakan, untuk menjaga agar potensi sungai dan ekosistem kehutanan di Aceh tak rusak, pemerintah harus melibatkan masyarakat sekitar hutan. Selama ini, warga masyarakat cenderung diabaikan. Bahkan, masyarakat kerap dipersalahkan karena kerusakan hutan.

Pemerintah semestinya fokus pada penegakan hukum dan menghentikan pemberian izin kepada perusahaan-perusahaan besar untuk mengeksploitasi hutan, kata dia. (HAN)

Sumber : kompas.com

Kamis, 24 Februari 2011

Puskesmas Angkup Rumah Sakit Mini

Angkup | Info Lintas Gayo : Puskesmas Angkup kecamatan Silih Nara kabupaten Aceh Tengah terus membenahi diri dalam memberikan pelayanan kepada Masyarakat. Puskesmas Angkup juga bekerjasama dengan Logica II, yang memberikan sejumlah masukan-masukan. Logica yang merupakan NGO Asing mengingatkan dengan teori yang ada sesuai teori international dana hal layanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurut Kepala Tata Usaha, H. Mustapa S, Amd.Kep,(23/2), pihaknya tetap optimis melakukan perubahan di internal dan dibantu pihak-pihak lain

Selain menjalankan program-program yang telah ditetapkan oleh dinas kesehatan, kepala puskesmas Silih Nara, dr. Ety Salwati juga membenahi tata ruang (keindahan puskesmas), meningkatkan standar pelayanan dengan memberikan kemudahan birokrasi, pelayanan keramah tamahan bagi pasien puskesmas. Dari pantauan ILG, seluruh ruangan pegawai puskesmas terlihat bersih dan rapi dengan berbagai ornamen tambahan demi kenyamanan bersama.

“semua pegawai sekarang kami bekali dengan kartu tanda pengenal, harus disiplin, pakaian sesuai aturan daerah, jumat sabtu mengenakan batik”,ujar dr. Ety. Ditambahkan Mustafa “semua dari uang pribadi dan kami juga sedang merencanakan sabtu mengunakan trainning (pakaian olah raga)”. Bagi para Bidan Desa, diberikan materi-materi setiap awal dan akhir bulan untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat di desa-desa.

Puskesmas Angkup yang pernah beberapa kali mendapat penghargaan, juara III Hari Kesehatan Nasional ke XXVII tahun 1991 dan Puskesmas Terbersih I se-Kabupaten Aceh Tengah tahun 2005. Dengan fasilitas lengkap,Puskesmas PONET, poli gigi, rawat inap, UGD, dan pelayanan 24 jam, puskesmas Angkup telah menjadi rumah sakit mini, “Puskesmas kami bisa dianggap rumah sakit mini”, pungkas dr.Ety.

Namun dengan fasilitas sekarang, puskesmas Angkup masih membutuhkan tenaga-tenaga ahli, sarana dan prasarana lain untuk meningkatkan pelayanan dan mutu puskesmas. dr. Ety Salwati berharap adanya tambahan tenaga perawat laki, perawat mata, “kami memiliki alat periksa mata lengkap, tapi perawat belum ada” ujar dr. Ety berharap, dan menginginkan adanya tambahan satu unit mobil Ambulance karena Puskesmas Angkup memberikan pelayanan 24 jam dan rawat inap, dan berharap adanya bangunan baru karena masih memilliki lahan kosong. (wyra)

Senin, 14 Februari 2011

Jumlah Kampung di Kecamatan Silih Nara Takengon Aceh Tengah

Pengantar

Pada Blog ini saya mengutamakan Kampung Angkup untuk bahan pembuatan Blog ini.

Adapun jika ada informasi yang berkembang di kampung Angkup maupun kampung - kampung yang lain di Kecamatan Silih Nara, Saya akan memberitahukan kepada para pembaca sekalian.

Ini merupakan Masjid jami' Babul Jannah yang terletak di sisi kanan kampung Angkup yang merupakan salah satu masjid terbesar di kabupaten Aceh Tengah pada foto di bawah ini:

SILIH NARA Takengon Aceh Tengah

Silih Nara adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah dengan ibu kotanya kampung Pepayungen Angkup.
Pepayungen Angkup merupakan kampung yang terletak kira-kira 18 km arah barat dari
kota Takengon  Kabupaten Aceh Tengah.



Yang letaknya dikelilingi oleh Pegunungan, Kampung Pepayungen Angkup merupakan salah satu desa di kecamatan Silih Nara, yang mana Kampung Pepayungen Angkup merupakan tempat Muspika Kecamatan Silih Nara yang terdiri dari Kantor Camat Silih Nara, Kantor Koramil 06 Takengon, Puskesmas Silih Nara, dan lain - lain.

Kecamatan Silih Nara adalah salah satu kecamatan di Aceh yang dilewati oleh Sungai Peusangan.